Hadits dan Sunnah

A.Pengertian Hadis

Pengertian Hadis Secara Etimologis
Hadis atau al- hadits menurut bahasa adalah al- jadid yang artinya (sesuatu yang baru) artinya yang berarti menunjukkan kepada waktu yang dekat atau waktu yang singkat seperti حَدِيْثُ العَهْدِ فِى أْلإِسْلَامِ (orang yang baru masuk/ memeluk islam).

Pengertian sunnah menurut istilah (terminologi)
a. Pengertian hadis menurut Ahli Hadis, ialah:
اَقْوَالُ النبي ص م وافعالهُ وَاَحْوَا لُهُ
Artinya: “Segala perkataan Nabi, perbuatan, dan hal ihwalnya.”
b. Pengertian hadis menurut para ulama ushul, sementara para ulama ushul memberikan pengertian hadis adalah:
أَقْوَا لُهُ واَفْعَا لُهُ وتََقْرِِيْرَاتُهُ التى تَثْبُتُ الأََ حْكاَمُ و تُقَرَِّرُهاَ
Artinya: “Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan, dan taqrirnya yang berkaitan dengan hukum syara’ dan ketetapannya”.

B. Pengertian Sunnah

Pengertian sunnah menurut bahasa (etimologis)
Menurut bahasa sunnah berarti:
اَلطَّرِ يْقَةُ مَحْمُوْْدَةً كَا نَتْ او مَذْمُوْ مَةً
Artinya: “Jalan yang terpuji atau yang tercela.”

Pengertian sunnah menurut istilah (terminologi)
a. Pengertian sunnah menurut ahli hadis adalah:
ما اثِرَ عنِ النبى ص م مِن قولٍ أو فعل أو تقرير أو صفة أو خَلْقِيّةٍ أوسِيَرَةٍ،سواء كان قبل البِعْثَةِ أو بعدها
Artinya: “Segala yang bersumber dari Nabi SAW. Baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, perangai, budi pekerti, perjalanan hidup, baik sebelum diangkat menjadi rasul maupun sesudahnya”.

Pengertian sunnah menurut ahli ushul mengatakan:
Sunnah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW. Yang berhubungan dengan hukum syara’, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir Beliau.

Pengertian sunnah menurut ahli fikih sebagai berikut:
Artinya: “Segala ketetapan yang berasal dari Nabi SAW selain yang difardukan dan diwajibkan dan termasuk hukum (taklifi) yang lima.”

Macam macam hadis

Dilihat dari segi bentuk:

  • Qauliyah, yaitu hadis yang berupa/ berbentuk ucapan/ perkataan nabi.
  • Fi’liyah, yaitu hadis yang berbentuk
  • Taqririyah, yaitu hadis yang berbentuk/ berupa keputusan (hadis yang berupa perbuatan sahabat yang di saksikan atau di dengar oleh nabi saw.  tidak mendengar atau menyalahkannya)
  • Dilihat dari segi jumlah orangnya yang menyampaikan atau meriwayatkannya:
  • Mutawatir, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang banyak yang tidak terhtung jumlahnya yang karena banyaknya ini, menurut akal, tidak mungkin mereka bersepakat untuk dusta.
  • Masyur, yaitu hadis yang perawi lapis pertamanya beberapa orang sahabat atau lapis keduanya beberapa tabi’in, setelah itu tersebar luas dinukilkan orang banyak yang tak dapat di sangka mereka bersepakat untuk dusta.
  • Ahad, yaitu hadis yang di riwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak cukup terdapat padanya sebab sebab yang menjadikannya ke tingkat masyur
  • Dilihat dari segi kualitasnya hadis:
  • Shahih ialah hadis yang di riwayatkan oleh perawi yang adil, hapalannya sempurna (dhabith), sanadnya bersambung, tidak terdapat padanya keganjilan (syadz), dan tidak cacat (‘illah)
  • Hasan ialah hadis yang diriwayatkan oleh perawi adil, hapalannya kurang sempurna , sasadnya bersambung , tidak terdapat padanya keganjilan (syadz) dan tidak terdapat cacat (‘illah)
  • Dha’if ialah hadis yang kehilangan salah satu dari syarat syarat hadis shabib atau hadis hasan
  • Maudhu’ ialah hadis palsu yaitu hadis yang dibuat buat oleh seseorang dan di katakan sebagai sabda atau perbuatan nabi saw.
  • Dilihat dari segi di terima atau di tolaknya:
  • Hadis maqbul ialah hadis yang yang diterima dan dapat dijadikan hujjah atau alas an dalam agama. Yang termasuk hadis ini adalah hadis shahih dan hasan. Adapun hadis dha’if, ulama berbeda pendapat, ada yang menerima dengan catatan hadis tersebut sebagai motivasi dalam beramal, bukan sebagai hokum. Akan tetapi ada yang menolak secara keseluruhan.
  • Hadis mardud, yaitu hadis yang di tolak dan tidak boleh dijadikan alas an dalam agama. Hadis ini adalah hadis maudhu,

 

  • Dilihat dari segi siapa yang berperan dalam berbuat atau bersabda dalam hadis:
  • Marfu’ yaitu disadarkan kepada nabi saw.
  • Mauquf, yaitu disadarkan kepada sahabat
  • Maqthu, yaitu disadarkan kepada tabi’in

 

MEMAHAMI UNSUR-UNSUR HADITS

  1. PENGERTIAN SANAD, MATAN, RAWI, MUKHARIJ HADITS
  2. Sanad hadits

Kata sanad atau as-sanad menurut bahasa, dari sanada, yasnudu yang berati mutamad (sandaran/tempat bersandar, tempat berpegang, yang dipercaya atau yang sah). Dikatakan demikian karena, karena hadits itu bersandar kepadanya dan dipegangi atas kebenaranya.

Secara temionologis,difinisi sanad ialah: ”silsilah orang-orang yang mehubungkan kepada matan hadits”.

Silsilah orang maksudnya adalah susunan atau rangkaian orang-orang yang meyampaikan materi hadits tersebut, sejak yang disebut pertama sampai kepada Rasul SAW, yang perbuatan, perkataan, taqrir, dan lainya merupakan materi atau matan hadits. Dengan pegertian diatas maka sebutan sanad hanya berlaku pada serangkaian orang-orang bukan dilihat dari sudut pribadi secara perorangan.

  1. Matan Hadits

Kata matan atau al-matan menurut bahasa berarti ma shaluba wa irtafa’amin al-aradhi(tanah yang meninggi). Secara temonologis, istilah matan memiliki beberapa difinisi, yang mana maknanya sama yaitu materi atau lafazh hadits itu sendiri. Pada salah satu definisi yang sangat sederhana misalnya, disebutkan bahwa matan ialah ujung atau tujuan sanad . Dari definisi diatas memberi pengertian bahwa apa yang tertulis setelah (penulisan) silsilah sanad adalah matan hadits.

Pada definisi lain seperti yang dikatakan ath-thibi mendifinisikan dengan :”lafazh-lafazh hadits yang didalamnya megandung makna makna tertentu”.

Jadi dari pegertian diatas semua, dapat kita simpulkan bahwa yang disebut matan ialah materi atau lafazh hadits itu sendiri, yang penulisannya ditempatkan setelah sanad dan sebelum rawi.

Penelitian Sanad dan Matan Hadits

Penelitian terhadap sanad dan matan hadits (sebagai dua unsur pokok hadits)sangat diperlukan, bukan karena hadits itu diragukan otentisitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk meyaring unsur-unsur luar yang masuk kedalam hadits baik yang disegaja maupun yang tidak disegaja,baik yang sesuai dengan dalil-dalil naqli lainya atau tidak sesuai.maka dengan penelitian terhadap kedua unsur hadits diatas, hadits-hadits masa rasul SAW dapat terhindar dari segala yang megotorinya.

Faktor yang paling utama perlunya dilakuakan penelitian ini, ada dua hal yaitu: pertama, karena beredarnya hadits palsu (manudhu) pada kalangan masyarakat; kedua hadits-hadits tidak ditulis secara resmi pada masa rasul SAW (berbeda dengan al-quran), sehinga penulisan hanya bersifat individul (tersebar di tangan pribadi sahabat) dan tidak meyeluruh.

  1. Rawi Hadits

Kata rawi atau arawi, berati orang yang meriwayatkan atau yang memberitakan hadits. Yang dimaksud dengan rawi ialah orang yang merawikan/meriwayatkan, dan memindahkan hadits.

Sebenarnya antara sanad dan rawi itu merupakan dua istilah yang hampir sama. Sanad-sanad hadits pada tiap-tiap thabaqah atau tingkatannya juga disebut para rawi. Begitu juga setiap perawi pada tiap-tiap thabaqah-nya merupakan sanad bagi yabaqah berikutnya. Akan tetapi yang membedakan kedua istilah diatas ialah, jika dilihat dari dalam dua hal yaitu:

Pertama, dalam hal pembukuan hadits. Orang-orang yang menerima hadits kemudian megumpulkanya dalam suatu kitab tadwin disebut dengan rawi. Dengan demikian perawi dapat disebutkan dengan mudawwin, kemudian orang-orang yang menerima hadits dan hanya meyampaikan kepada orang lain, tanpa membukukannya disebut sanad hadits. Berkaitan dengan ini dapat disebutkan bahwa setiap sanad adalah perawi pada setiap tabaqagnya, tetapi tdak setiap perawi disebut sanad hadits karena ada perawi yang langsung membekukanya.

Kedua: dalam penyebutan silsilah hadits, untuk susunan sanad, berbeda dengan peyebutan silsilah susunan rawi. Pada silsilah sanad, yang disebut sanad pertama adalah orang yang lasung meyampaikan hadits tersebut kepada penerimanya. Sedangkan pada rawi yang disebut rawi pertama ialah para sahabat Rasul SAW. Dengan demikian penyebutan silsilah antara kedua istilah ini merupakan sebaliknya. Artinya rawi pertama sanad terakhir dan sanad pertama adalah rawi terakhir.

Untuk lebih memperjelas uraian tentang sanad, matandan rawi di atas yang lebih lanjut pada hadits di bawah ini.

Abubakar bin Abi Syaibah dan Abukarib telah menceritakan (hadits) kepada kami yang diterimanya dari al-A’masy dari umara bin umair. Dari Abd ar-rahman bin yazi, dari Abdullah bin mas’ud katanya: ”Rasulullah SAW telah bersabda kepada kami: wahai sekalian pemuda barang siapa yang sudah mampu untuk melakukan pernikaha, maka menikahlah, karena dengan menikah itu(lebih dapat) menjaga kehormatan. Akan tetapi barang siapa yang belum mampu melakukannya, baginya hendaklah berpuasa. Karena dengan berpuasa itu dapat menahan hasrat seksual” [H.Ral-Bukhari dan Muslim].

Di sini dapat kita jelaskan bahwa:

Dari nama Abu Bakar bin abi syaibah sampai dengan Abdullah bin mas’ud merupakan silsilah atau rangkaian /susunan orang-orang yang meyampaikan hadits. Itu semua adalah sanad hadits tersebut, yang juga sebagai jalan matan.

Dan mulai kata “wahai sekalian pemuda sampai degan berpuasa dapat menahan hasrat seksual” adalah matan, materi atau lafaz hadits tersebut yang mengandung makna.

  1. Takhrij Hadits

Pegertian menurut bahasa, Kata “takrhij” dari kata kharaja,yakharruju,yang secara bahasa mempunyai bermacam-macam arti. Menurut mahmud ath-tahhan,asal kata takhrij ialah;”berkumpulnya dua hal yang bertentangan dalam satu persoalan”.

Pegertian secara terminologi, Menurut Mahmud ath-tahhan pegertian takhrij adalah, “Petunjuk tentang tempat atau letak hadits pada sumber aslinya, yang diriwayatkan dengan meyebutkan sanadnya, kemudian di jelaskan martabat atau kedudukanya manakala di perlukan.”

Bedasarkan definisi diatas, maka men-takhrij berati melakukan dua hal:

Pertama, berusaha menemukan para penulis hadits itu sendiri dengan rangkaian silsilah sanad-nya.

Kedua, memberikan penilaian kulitas hadits apakah hadits tersebut itu shahih atau tidak.

Ilmu thakrij merupakan bagian dari ilmu agama yang perlu dipelajari dan dikuasai, sebab di dalamnya dibicarakan tentang berbagai kaidah untuk megetahui darimana sumber hadits itu berasal, selain itu didalamnya ditemukan bayak kegunaan dan hasil yang diperoleh khusunya dalam menentukan kualitas sanad hadits.

  1. Gelar keahlian bagi imam hadits

Mengingat jasa dan usaha para ulama hadits yang sangat besar dalam upaya pembinaan dan pengembangan hadits, kepada mereka diberikan laqab atau gelar-gelar tertentu, baik itu mereka yang ada pada thabaqah pertama, kedua, ketika, dan seterusnya. Gelar itu antara lain ialah:

Al-muhaddits, merupakan gelar untuk ulama yang meguasai hadits, baik dari sudut ilmu riayah maupun di rayah, mampu membedakan hadits dha’if dari yang sahih, meguasai hadits-hadits yang mukthalif dan hallain yang berkaitan dengan ilmu hadits.

Amir al-mu’minin fi al-hadits, merupakan gelar bagi ulama ahli hadits termasyhur pada masanya, yang memiliki keistimewaan hafalan dan pegetahuan dalam bidang ilmu hadits (baik terhadap matan atau sanadnya). Gelar ini diberikan di antaranya kepada syu’bah bin al-hajjaj, sufyan ats-tsauri, ishak ibn ruhawaih, malik bin anas, ahmad bin hanbal, al-bukhari, ad-daruquthni, az zahabi, dan ibn hajar al-asqalani.

Al-hakim, merupakan gelar untuk ulama yang dapat meguasai seluruh hadits, baik dari sudut matan dan sanadnya jarh dan ta’dil-nya, maupun tariknya, ulama yang dapat gelar seperti ini, ialah Ibnu Dinar, Al-laits, dan Asy-syafi’i.

Al-Hujjah, merupakan gelar untuk ulama yang dapat menghafal sekitar 300.000 hadits beserta keadaan sanadnya. Diantara ulama yang mendapat gelar ini Muhammad ibn Abdullah ibn Amir.

Al- Hafizh merupakan gelar untuk ulama yang memiliki sifat-sifat seorang Muhaddis. Ulama yang dapat gelar Al-Hafizh adalah yang dapat menghafal dan menguasai 100.000 hadits, baik matan maupun sanadnya, meskipun dengan jalan sanad yang berbilang, juga mengetahui hadits sahih dan ilmu haditsnya. Menurut Al-Mizzi, gelar al-hafizh ialah untuk ulama yang kadar lupanya sedikit daripada yang ingatannya.

Selain gelar Al-Hafizh, ada juga gelar Hafizh Hujjah, dua gelar disatukan. Gelar ganda ini diberikan untuk ulama yang menguasai hadits lebih dari 100.000 sampai dengan 300.000 hadits.

  1. Istilah-istilh kumpulan periwayat

Hadits-hadits yang diriwayatkan dan dihimpun oleh para mudawwin satu dengan yang lainya tidak sama , sehingga bisa jadi sesuatu hadits diriwayatkan oleh satu,dua,atau tiga perawi, bisa jadi pula hadits lainya hanya diriwayatkan oleh satu perawi.berkaitan dengan ini, maka muncul istilah-istilah atau sebutan-sebutan dalam periwayatan hadits antara lain:

akhrajahu syaikhani: hadits tersebaut diriwayatkan oleh kedua perawi hadits (al-bukhari dan muslim)

akhrajahu shalasah: hadits tersebut diriwayatkan oleh tiga perawi hadits(abu daud,at-turmidzi, dan an nasa’i)

akhrajahu arba’atun: hadits tersebut diriwayatkan oleh empat perawi (abu daud,at-turmidzi,an-nasa’i, dan ibn-majah)

akhrajahu khamsatun: hadits tersebut diriwayatkan oleh (abu daud, at-turmidzi, an-nasa’i,ibn majah, dan ahmad)

akhrajahu sit’tatun: hadits tersebut diriwayatkan oleh(al-bukhari,muslim,abu daud, at turmidzi, an nasa’i, dan ibnu majah)

akhrajahu sab’atun: hadits tersebut diriwayakan oleh(al-bukhari, muslim, abu-daud, at-turmidzi, an-nasai, ibn majah, ahmad)

akhrajahu jama’atan: hadits tersebut diriwayatkan oleh banyak ulama hadits

 

Kesimpulan

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.

Kau berbeda

Aku merasa kau berbeda
Tatapan matamun tidak seperti dulu
Tatapan yang aku tak tahu maksud dan artinya

Tapi aku ingin
berusaha untuk
Sama Sama aku yang dulu bahkan lebih

Mauku, jika aku berubah tolong beritahu aku
Mauku, jika aku tanyaman bicaralah
Mauku, jika aku tersinggung tatap aku
Mauku, jika aku salah mengingatku
Tatapan dan rangkulanmu tak lagi sama

Aku suka kau yang waktu itu
Hangat dan penuh kasih sayang
Tak seprti ini
Aku lepas dimatamu

Blackboard CourseSites

Pengertian Blackboard
Pembelajaran Blackboard adalah pembelajaran berbasis Web dengan perangkat lunak server yang memiliki manajemen, arsitektur terbuka, dan desain scalable yang memungkinkan integrasi dengan sistem informasi mahasiswa dan protokol otentikasi. Pembelajara ini dapat diinstal pada server lokal atau host oleh Blackboard ASP Solutions. Tujuan utamanya adalah untuk menambahkan elemen online pada program pembelajaran tradisional yang disampaikan dengan tatap muka dan mengembangkan program sepenuhnya online dengan sedikit atau tidak ada pertemuan tatap muka.

Sejarah Singkat Blackboard
Pada tanggal 21 Januari 1997, Stephen Gilfus dan Dan Cane memulai sebuah perusahaan bernama CourseInfo LLC dan mengembangkan produk perangkat lunak yang akan menguatkan pendidikan online dan terukur untuk aplikasi institusional yang lebih luas. Pada waktu yang sama, Matthew Pittinsky dan Michael Chasen membentuk Blackboard LLC dan dikontrak untuk membantu memimpin pembentukan kelompok standar Educause IMS untuk teknologi pendidikan online. Kedua kelompok bergabung untuk membentuk Blackboard Inc, yang kemudian dikembangkan Sistem Pembelajaran Blackboard.
Fungsi Blackboard
Pembelajran Blackboard memberikan pengguna dengan platform untuk komunikasi dan berbagi konten.
Komunikasi
Pengumuman
Profesor dan guru dapat memposting pengumuman untuk siswanya. Ini dapat ditemukan di bawah tab pengumuman, atau dapat dibuat ketika siswa mengakses.
Chat
Para pelajar/siswa yang sedang online untuk chatting secara real time dengan siswa lain (teman kelasnya)
Diskusi
Fitur ini memungkinkan mahasiswa dan dosen ataupun guru dengan siswa untuk berdiskusi dan membahas permasalahan-permasalahan yang sudah dibuat.
Mail
email Blackboard memungkinkan siswa dan guru untuk mengirim email ke satu sama lain.
Konten
Kursus konten
Fitur ini memungkinkan guru untuk posting artikel, tugas, video dll.
Kalender
Guru dapat menggunakan fungsi ini untuk mengirim tanggal tugas dan tes.
Modul belajar
Fitur ini sering digunakan untuk kelas online. Hal ini memungkinkan guru/dosen untuk memasukkan pelajaran yang berbeda bagi siswa untuk diakses.
Penilaian
Fungsi ini memungkinkan guru untuk mengirim kuis dan ujian serta memungkinkan siswa untuk mengaksesnya melalui internet
Tugas
Fungsi Ini memungkinkan guru untuk memosting tugas dan siswa menyerahkan tugas secara online
Kelas Book
Guru/dosen dapat memasukkan nilai pada Blackboard bagi siswa untuk dilihat.
Media Library
Fungsi ini memungkinkan guru/dosen memosting Video-video ataupun media lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Blackboard Learning
Kelebihan:
Kelebihan utama dari Blackboard Learning adalah banyak software atau jasa belajar-mengajar yang terintegrasi dalam sistemnya sehingga memberikan keluasan penggunaan bagi siswa dan guru.

Kelebihan lainnya:
Sistem ini lebih aman dibandingkan dengan aplikasi terbaru lainnya seperti facebook, twitter, dan lainnya
Tidak membuang-buang kertas
Dapat menerima/mengirim tugas dan PR tanpa harus pergi ke sekolah
Dapat melakukan komunikasi melalui via chatting
Kekurangan:
Kekurangan utama dari sistem Blackboard adalah usia dan platform yang relatif usang. Platformnya telah hadir selama bertahun-tahun, namun seiring perkembanan teknologi web-browser, teknologinya sekarang tertinggal. Blackboard juga lambat karena beban basis yang besar , beragam versi produk dan variasi beban platform.
Kekurangan lainnya:
Adanya resiko kegagalan dalam mengirim tugas atau aplikasi lainnya karena beban bais blackboard yang besar
Jika guru lebih sering menggunakan blackboard dalam proses belajar-mengajar maka membuat siswa lebih sering berada didepan komputer yang bisa saja mebuat siswa membuka aplikasi lain yang tidak diharapkan seperti facebook atau games, dan mengurangi daya pengelihatan mata
Jika guru mengirim file dengan aplikasi yang lebih baru di komputernya ada kemungkinan siswa tidak bisa membuka file tersebut
Blackboard dapat digunakan untuk mengepost powerpoint, hal ini memacu guru untuk lebih sering mengirim file melaui blackboard namun intensitas pertemuan dikelas berkurang.

KESIMPULAN

Blackboard adalah salah satu nama besar dalam dunia pendidikan online. Banyak universitas besar, organisasi korporat, dan lembaga pemerintah yang menggunakan LMS utama mereka yang disebut “Blackboard Learn”. Namun, mereka telah merilis CourseSites untuk komunitas guru dan akademisi individual. Ini adalah LMS gratis yang bagus, tapi karena terfokus pada melayani instruktur secara individual, ada batasan yang ditetapkan (misalnya batas unggah 500MB dan hanya 5 kursus yang dapat ditambahkan).
CourseSites bukan perangkat lunak open source sehingga terdapat beberapa masalah open source yang tipikal (seperti kurangnya dukungan, persyaratan bahwa Anda harus “mau mangulik”, dll). CourseSites juga merupakan sistem yang sangat ramah pengguna. Akan tetapi, CourseSites tidak memiliki beberapa fitur berbayar yang ditawarkan oleh Blackboard sehingga mungkin kurang bermanfaat bagi lembaga dan organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
HYPERLINK “https://bpptik.kominfo.go.id/2015/03/10/857/12-free-open-source-learning-management-system-lms-terbaik/” https://bpptik.kominfo.go.id/2015/03/10/857/12-free-open-source-learning-management-system-lms-terbaik/
HYPERLINK “http://www.safrullah.net/2015/03/5-aplikasi-e-learning-yang-bisa-kamu.html” http://www.safrullah.net/2015/03/5-aplikasi-e-learning-yang-bisa-kamu.html
HYPERLINK “http://www.teknody.com/8-website-e-learning-terbaik” http://www.teknody.com/8-website-e-learning-terbaik
HYPERLINK “http://romisatriawahono.net/2008/01/24/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/” http://romisatriawahono.net/2008/01/24/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/
HYPERLINK “https://www.coursesites.com/bbcswebdav/institution/coursesites-files/training/Job%20Aids/CourseSites%20Quick%20Start%20Guide_Instructors.pdf” https://www.coursesites.com/bbcswebdav/institution/coursesites-files/training/Job%20Aids/CourseSites%20Quick%20Start%20Guide_Instructors.pdf
HYPERLINK “https://www.coursesites.com/webapps/login/?new_loc=/courses/SPA243R” https://www.coursesites.com/webapps/login/?new_loc=/courses/SPA243R
HYPERLINK “https://www.coursesites.com/webapps/Bb-sites-course-creation-BBLEARN/pages/index.html” https://www.coursesites.com/webapps/Bb-sites-course-creation-BBLEARN/pages/index.html
HYPERLINK “https://campustechnology.com/articles/2011/02/10/blackboard-launches-free-webbased-course-platform.aspx” https://campustechnology.com/articles/2011/02/10/blackboard-launches-free-webbased-course-platform.aspx
HYPERLINK “https://www.google.co.id/search?ei=MprKWou4LIf6vgTHvr6ACQ&q=macam-macam+e+learning+gratis+seperti+blackboard+course+sites&oq=macam-macam+e+learning+gratis+seperti+blackboard+course+sites&gs_l=psy-ab.3…115995.126000.0.126172.0.0.0.0.0.0.0.0..0.0….0…1c.1.64.psy-ab..0.0.0….0.i0-ZIdnxLqQ” https://www.google.co.id/search?ei=MprKWou4LIf6vgTHvr6ACQ&q=macam-macam+e+learning+gratis+seperti+blackboard+course+sites&oq=macam-macam+e+learning+gratis+seperti+blackboard+course+sites&gs_l=psy-ab.3…115995.126000.0.126172.0.0.0.0.0.0.0.0..0.0….0…1c.1.64.psy-ab..0.0.0….0.i0-ZIdnxLqQ
Carrillo, Chris. 2015. What Are The Advantage and Disadvantage of Blackboard Learning system. Diakses pada 30 Maret 2016 di  HYPERLINK “https://www.quora.com/” https://www.quora.com.
Anonim. 2009. Advantage and Disadvantage of Using Blackboard. Diakses pada 30 Maret 2016 di  HYPERLINK “http://mherodet.blogspot.co.id/” http://mherodet.blogspot.co.id.
Anoim. 2012. CourseSites Quick Start Guide. Diakses pada 30 Maret 2016 di  HYPERLINK “https://www.coursesites.com/webapps/Bb-sites-course-creation-BBLEARN/pages/CourseSitesTOU_Final.pdf” https://www.coursesites.com/webapps/Bb-sites-course-creation-BBLEARN/pages/CourseSitesTOU_Final.pdf